REFLEKSI DWIMINGGU KEGIATAN CGP (CALON GURU PENGGERAK) ANGK. 5 KAB. TOLITOLI
Setelah saya dan peserta lainnya melalui beberapa tahapan dalam proses seleksi Calon Guru Penggerak (CGP) Angkatan 5 (Lima) dari Kabupaten Tolitoli dan beberapa daerah lainnya, maka peserta yang dinyatakan lulus proses seleksi tersebut selanjutnya diundang untuk mengikuti kegiatan program pembukaan secara virtual yang dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan, Riset,dan Teknologi. Adapun rangkaian jadwal kegiatan yaitu pada tanggal 18 Mei 2022. Pukul 11.00 sampai Pukul 12.00 WIB. atau Pukul 12.00 s.d 13.00 WITA. Berbagai rangkaian kegiatan dilaksanakan antara lain yaitu, diawali dengan Laporan kegiatan Pendidikan Guru Penggerak (PGP) Oleh Direktur KSPS Tenaga kependidikan, Persiapan dan implementasi CGP oleh Direktur Jenderal GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan), Penayangan video testimoni PGP, sambutan sekaligus membuka secara resmi “Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 5” Oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) melalui Link Zoom atau dapat juga diikuti melalui Live Streaming apabila ada peserta yang tidak tertampung pada zoom termasuk saya pada waktu itu dikarenakan kapasitas jumlah peserta telah melebihi dari yang tersedia.
Dokumentasi dengan fasilatator Bapak Sutrisno, M.Pd
Kemudian kegiatan selanjutnya yaitu pukul 13.00 s.d 15.15 WIB atau pukul 14.00 s.d 16.15 WITA, diisi dengan kegiatan arahan dan pembukaan oleh Satuan Kerja (Satker) oleh Plt.PPPPTK Penjas dan BK, Orientasi Pelaksanaan Program Guru Penggerak (PGP) Angkatan 5 oleh Sub Koordinator PGP PPPPTK Penjas dan BK, Penilaian kinerja dan Laporan PGP Angkatan 5 oleh Widyaiswara PPPPTK Penjas dan BK/Fasilitator PGP, Orientasi Learning Management System (LMS) PGP Angkatan 5 oleh Widyaiswara PPPPTK Penjas dan BK/Fasilitator PGP.
Pada pukul 16..30 WITA dilaksana kegiatan Pre-Test Paket Modul pertama CGP melalui LMS (Learning Manajemen System) yang difasilitasi oleh Admin, tetapi saya dan beberapa teman lainnya gagal menyelesaikan tes tersebut, disebabkan gangguan server di pusat berdasarkan informasi yang saya peroleh dan konfirmasi langsung kepada bapak Sutrisno, S.Pd.,M.Pd. selaku fasilatator dan dijawab langsung oleh beliau bahwa kegiatan Pre-Test dilanjutkan pada keesokan harinya yaitu hari Kamis tanggal 15 Mei 2022. Akhirnya pada hari tersebut yang juga bertepatan dengan rapat persiapan Penialaian Akhir Semester Genap Tahun Pelajaran 2021/2022di sekolah tempat saya bertugas yaitu SMK Negeri 1 Tolitoli, saya menyempatkan ikut rapat terlebih dahulu, kemudian mengikuti Tes secara On-Line, dan akhirnya saya beserta teman-teman peserta CGP lainnya berhasil menyelesaikan Pre-Test Paket Modul pertama.
Menjelang satu minggu kemudian, sebelum tanggal 25 Mei 2022, saya dan teman-teman peserta CGP lainnya memenuhi undangan kegiatan Lokakarya Orientasi pertama Moda Luring. Namun demikian sempat sebelumnya terjadi simpang siur informasi yang beredar mengenai tempat pelaksanaan kegiatan pada group Whatsapp dimana kegiatannya tersebut direncanakan akan dilaksanakan di SMK Negeri 1 Tolitoli, satu hari berikutnya atau keesokan harinya, beredar kembali informasi bahwa kegiatannya dipindahkan di gedung Sekretariat PGRI Kabupaten Tolitoli. Selanjutnya, berselang beberapa waktu kemudian saya mendapatkan kembali informasi dari panitia pelaksana (Panpel) CGP Kabupaten Tolitoli melalui salah satu PGP pada grup Whatsapp bapak Gaffar, S.Pd selaku PP (Pengajar Praktik) sekaligus ketua PGRI Kabupaten Tolitoli bahwa kegiatannya akan dilaksanakan di Hotel
Pada hari Rabu tanggal 25 Mei 2022, bertempat di Hotel Mitra Tolitoli di Jl. Malatuang, Kelurahan Baru Kec.Baolan Kabupaten Tolitoli. Pembukaan kegiatan Lokakarya perdana dilaksanakan. Kegiatan Lokakarya tersebut dihadiri langsung oleh beberapa pemangku kepentingan yaitu perwakilan PPPPTK Penjas dan BK, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tolitoli, Kepala Bidang GTK Dinas Pendidikan Kabupaten Tolitoli, perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Menengah Wil.VI Kab. Tolitoli dan Buol, unsur pengawas, Dikdas dan Dikmen, Kepala-kepala sekolah yang gurunya terpilih sebagai peserta Calon Guru Penggerak (CGP) Angkatan 5 Kabupaten Tolitoli.
Setelah kegiatan pembukaan selesai, para peserta CGP bersama Pengajar Praktik Bapak Muliadi, M.Pd dan Pengawas dan kepala sekolah, termasuk kepala sekolah SMK Negeri 1 Tolitoli tempat tugas saya Bapak Mudasir, S.Pd membersamai kami dalam kegiatan yang sangat kooperatif dan menyenangkan sehingga saya bersama peserta lainnya tidak merasa bosan. Banyak kegiatan positif yang dilakukan seperti diawali dengan geme/Permainan dan ice breaking, membuat kesepakatan kelas, mempresentasikan harapan dan kekhawatiran menjadi CGP yang dipandu oleh masing-masing PP sesuai dengan kelompok yang telah dibagi.
Menjelang kegiatan perdana, terjadi revisi jadwal kegiatan virtual oleh fasilitator, Bapak Sutrisno, S.Pd.,M.Pd, tepatnya tanggal 19 Mei 2022 dilaksanakan kembali kegiatan (Virtual) google meet yang secara khusus membicarakan hal-hal teknis dan kesepakatan jadwal, serta membicarakan panjang lebar tentang media platform Learning Manajemen System (LMS) yang digunakan selama mengikuti program kegiatan CGP ini.
Dokumentasi dengan pengawas dan kepala sekolah dalam kegiatan Diskusi
Pada tanggal 22 Oktober 2021, bersama fasilitator kami melaksanakan google meet untuk membahas Desain Kerangka Pembelajaran sesuai dengan Pemikiran KHD. Kemudian di hari selanjutnya bersama anggota kelompok mengadakan diskusi lanjutan untuk membahas tentang tugas yang diberikan oleh fasilitator melalui google meet.
Setelah mengikuti rangkaian kegiatan CGP di LMS selama satu minggu, saya merasa bahwa pengetahuan saya selama ini tentang pendidikan tidak sesuai dengan tujuan KHD. Satu hal yang paling mendasar bahwa pendidikan harus memanusiakan manusia, sehingga peserta didik dapat mencapai kodrat alam sesuai dengan keinginan mereka.
Ternyata konsep pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang pendidikan dan konsep pengajaran, perilaku Saya berubah Saya menyadari kekeliruan bahwa selama ini memandang anak hanya sebagai objek dalam pembelajaran. Harapan saya yaitu, Saya harus berubah mind-set dan kebiasaan untuk menerapkan sistem Among dimana anak adalah pusat pendidikan, anak adalah subjek dan objek dalam pembelajaran tidak menghendaki paksaan- paksaan melainkan memberi pengaruh pendidik menyadari bahwa setiap anak keistimewa dan keunikan, serta memiliki potensi dalam dirinya, memberikan kebebasan pada anak dalam memilih gaya belajar yang mereka sukai dari yang tadinya hanya menuruti instruksi berubah menjadi Merdeka belajar
Dengan belajar melalui LMS dan google meet, dalam satu minggu terakhir saya merasa sangat enjoy karena Pengajar Praktik Bapak Muliadi,M.Pd dan Fasilitator Bapak Sutrisno selalu mengingatkan serta menuntun kami agar mampu menyelesaikan tugas tepat waktu.
Melalui LMS kami belajar banyak hal mengenai pemikiran KHD sehingga dapat memahami lebih dalam tentang filosofi Ki Hajar Dewantara kemudian kami bersama dengan kelompok melanjutkan diskusi dan merefleksikan diri mengenai pemikiran KHD sehingga sangat membantu dalam pemahaman materi yang ada di dalam modul 1.1.a
Dalam kegiatan ruang kolaborasi bersama fasilitator kami bersama-sama mempelajari dan mendalami mengenai pemikiran KHD dan konsep dari Profil Pelajar Pancasila.
Dengan memahami secara utuh filosofi dan pemikiran KHD dari modul yang telah dipelajari pada LMS CGP ini, saya akan berusaha menerapkan merdeka belajar di lingkungan sekolah saya baik kepada peserta didik maupun kolaborasi dengan rekan sejawat disekolah dan masyarakat.
Untuk minggu selanjutnya saya akan lebih semangat dalam mempelajari materi yang ada di dalam modul serta dari fasilitator.
Penulis,
Asri, S.Pd.,M.Pd






Mantap tulisannya, komplit, teruskan
BalasHapusTeruslah menulis, komplit tulisannya Pak, maju terus
BalasHapusTerimakasih atas supportnya..
Hapus