REFLEKSI SINGKAT (DWI MINGGU) MODUL 1.3 PARADIGMA DAN VISI GURU PENGGERAK

REFLEKSI SINGKAT (DWI MINGGU) 

MODUL 1.3  PARADIGMA DAN VISI GURU PENGGERAK

(Oleh Asri, S.Pd.,M.Pd_CGP Angkatan 5 Kab. TolitoliSMK Negeri 1 Tolitoli)



Gambar. Alur Jurnal Model DEAL

Jurnal model DEAL

(Description, Examination, and Articulation of Learning)

Description

(Deskripsikan pengalaman yang dialami dengan menceritakan unsur 5W1H (apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, bagaimana)

Pada modul 1.3 ini, saya mempelajari tentang bagaimana merumuskan sebua visi guru yang berkaitan dengan murid, sebagai Guru Penggerak. Rangkaian kegiatan pada modul ini menggunakan alur MERDEKA. Pembelajaran ini dimulai dengan sebuah refleksi pada alur Mulai dari diri. Pada kegiatan Mulai dari Diri, kami diminta untuk menggambarkan bagaimana murid impian kita di masa depan, pada tugas ini Saya memimpikan murid-murid yang dapat tumbuh sesuai dengan kodratnya serta dapat berkembang menjadi pribadi yang beriman, bertaqwa, cakap, handal, percaya diri dan madiri. Saya juga memimpikan mereka dapat menikmati belajar dalam suasana belajar yang menyenangkan, memiliki Budi pekerti yang baik dan dapat mengamalkan nilai-nilai Pancasila sehingga di masa depan mereka akan menjadi murid yang memiliki karakter sesuai dengan profil Pelajar Pancasila.

Pada kegiatan Eksplorasi Konsep, ada hal yang menarik bagi saya yaitu saat kami diminta untuk berlatih membuat Prakarsa perubahan dengan BAGJA berdasarkan pengalaman di masa sekolah atau saat menjadi guru sesuai dengan kelompok yang ditentukan oleh fasilitator Bapak Sutrisno, S.Pd.,M.Pd. Saat itu saya membuat prakarsa perubahan "Mewujudkan peserta didik yang berbudi pekerti luhur, berkarakter, dan inovatif sebagai agen perubahan untuk Indonesia emas sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila. Dalam kegiatan ini kami juga diminta memberikan feedback pada rekan CPG kelompok lain untuk membangun pemahaman terhadap materi di forum diskusi.


Pada tanggal 5 Agustus 2022 Kelas B Pukul 19.00 s.d 22.00 WITA, kami melaksanakan kegiatan kolaborasi melalui virtual meeting di LMS. Kegiatan di ruang kolaborasi adalah salah satu kegiatan yang saya tunggu-tunggu karena dalam kegiatan ini saya bisa belajar dan berbagi ide serta pengalaman untuk membangun visi. Kegiatan ini dipandu oleh Fasilitator kami yaitu Bapak Bapak Sutrisno, S.Pd.,M.Pd, di ruang kolaborasi kami dibagi dalam kelompok dan berdiskusi untuk menentukan visi dan prakarsa perubahan yang mewakili kelompok serta menentukan kegiatan yang sesuai untuk mengaplikasikan nilai tersebut disekolah masing-masing, kemudian mempresentasikannya. Dalam kegiatan kolaborasi kami dapat mendapat banyak inspirasi mengenai prakarsa dan kegiatan sesuai alur BAGJA.


Kegiatan selanjutnya adalah penugasan mandiri melalui karya demonstrasi kontekstual, pada kegiatan ini kami diminta kembali untuk merumuskan prakarsa perubahan yang berbasis kekuatan yang ada pada guru dan murid. Berbekal hasil diskusi yang telah dilaksanakan dalam kegiatan sebelumnya, saya semakin percaya diri dalam merumuskan visi saya. Dalam tugas demonstrasi kontekstual saya membuat prakarsa perubahan yang akan saya terapkan di kelas yaitu "Mengembangkan pembelajaran yang dapat meningkatkan kemandirian belajar siswa melalui penerapan pembelajaran diferensiasi"
.
Pemahaman saya tentang perumusan visi dan membuat prakarsa perubahan dengan inkuiri appresiatif alur BAGJA semakin bertambah setelah saya mengikuti sesi elaborasi dengan instruktur Bapak I Ketut Latri, S.Pd., M.Pd. Pada sesi tersebut saya mulai memahami bahwa idealnya visi dirumuskan berdasarkan dimensi profil pelajar Pancasila, namun tidak perlu ditulis semua, cukup 1 atau 2 dimensi saja agar mudah terwujud. Akhirnya setelah sesi elaborasi saya merumuskan visi terbaru sebagai guru pada koneksi antar materi, yaitu  peserta didik yang berbudi pekerti luhur, berkarakter, dan inovatif sebagai agen perubahan untuk Indonesia emas sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila

 


 Examination

(Analisis pengalaman tersebut dengan membandingkannya terhadap tujuan/rencana yang telah dibuat sebelumnya)


Setelah mempelajari dan menyelesaikan serangkaian kegiatan terkait dengan modul 1.3, ada perubahan dalam tujuan /visi mengenai murid yang saya impikan sebelumnya.Visi tersebut perlu kit wujudkan melalui aksi nyata di kelas dengan sebuh prakarsa perubahan dengan menggunkan model inkuiri apresiatif alur BAGJA.

Pengalaman yang saya peroleh selama dua minggu ini adalah pengalaman yang luar biasa dan tentu saja membawa banyak manfaat. Saya memahami bahwa impian saya tentang murid saya sebelumnya tidak dapat terwujud sesuai dengan keinginan saya, karena saya tidak punya perencanaan atau prakarsa perubahan yang matang dan tidak melibatkan pihak lain dalam usaha mewujudkannya.

Saya paham bahwa dalam upaya mewujudkan visi yang saya tetapkan saaya harus memulainya dengan membuat perubahan pada diri saya. Sebelum menggerakan orang lain kita harus bergerak terlebih dahulu. Sebuah video yang ditayangkan Pak I Ketut Latri, S.Pd., M.Pd, tentang keberanian anak kecil untuk berusaha menyingkirkan pohon tumbang di tengah jalan sehingga akhirnya dia mampu menggerakan orang disekitarnya telah membuka mata hati saya, bahwa saya harus masuk dalam lingkaran penggaruh agar orang-orang di sekitar saya tergerak untuk berubah dengan cara mendidik murid-murid kami yaitu menuntun mereka bukan lagi menuntut. Selain itu, Pak I Ketut Latri, S.Pd., M.Pd juga memutar sebuah video “berjudul Bernard Bear Ice Climbing yang menggambarkan tentang bagaimana memahami potensi diri dan strategi yang dugunakan dalam mewujudkan visi yang telah dirumuskan

Articulation of Learning 

((Jelaskan hal yang dipelajari dan rencana untuk perbaikan di masa mendatang)

Dalam modul 1.3 saya belajar bahwa untuk mewujudkan sebuah visi adalah dengan melakukan proses perubahan dengan menggunakan paradigma. Pendekatan ini dipakai sebagai alat untuk mencapai tujuan. Dalam modul 1.3 saya belajar mengenai pendekatan Inkuiri Apresiatif. Inkuiri apresiatif merupakan sebuah pendekatan kolaboratif berbasis kekuatan yang ada pada setiap anggota institusi.Lebih lanjut Inkuiri Apresiatif adalah sebuah manajemen perubahan dalam upaya melakukan perubahan dan perbaikan yang dapat diterapkan dalam lingkup kecil seperti kelas maupun dalam skala yang lebih besar di sebuah institusi seperti sekolah. Setelah mempelajari modul ini kedepan saya akan menerapkan manajemen perubahan sesuai dengan visi yang saya susun sebelumnya dengan menerapkan prakarsa perubahan dalam alur BAGJA. Untuk melakukan berbagai prakarsa saya akan melihat potensi dan nilai positif yang ada pada murid dan sekolah saya untuk menemukan solusi bukan mencari kelemahan.

Salah satu aksi nyata yang akan saya buat adalah menerapkan prakarsa perubahan "Mengembangkan pembelajaran yang dapat meningkatkan kemandirian belajar siswa melalui penerapan pembelajaran diferensiasi" dengan menggunakan berbagai metode dan inovasi pembelajaran.

Salam Guru Penggerak 
Tergerak, Bergerak, dan Menggerakkan untuk mewujudkan profil pelajar Pancasila...


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pelaksanaan Asesmen Siswa PKL SMK Negeri 1 Tolitoli Tahun Pelajaran 2024/2025

Upacara Penerimaan Resmi Siswa PKL SMK Negeri 1 Tolitoli Tahun 2025